10 Alasan Bangga Memiliki Banyak Anak

 

www.dailyapreal.com Teringat satu peristiwa saat saya pergi ke sebuah komplek pertokoan. Waktu itu saya menaiki sepeda motor bersama kedua anak saya, Si Tengah berdiri di bagian depan antara setir dan saya sementara Si Bungsu di gendong menggunakan babycarier. Karena barang yang dicari tidak ada saya pun langsung mengajak Si Tengah menuju toko lain. Di tempat parkir toko ada sesebapak, sebutlah ia jukir, yang membantu menyiapkan motor. 

"Ndak ada rewangnya ta mbak di rumah, kasihan anaknya." Celetuk Bapak Jukir.

"Ndak ada Pak, sudah biasa bawa anak naik motor kok Pak." Sahut saya sembari melempar senyum tanda baik-baik saja.

"Hati-hati ya mbak, itu anaknya awas kejeduk setir." Menunjuk setir motor. Lalu saya pun menghidupkan mesin motor tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Jukir. 

Untungnya Si Sulung tak saya ajak serta. Bisa saya bayangkan makna tatapan orang yang melihat kami berempat mengendarai motor, 2 balita dan 1 bayi. Bagi saya mengendarai motor bersama anak-anak hal yang biasa dilakukan. Jadi komentar orang-orang saya anggap sebagai bentuk kepedulian. Tentu saja SOP keamanan dalam berkendara bersama balita disiapkan sebelum berangkat. 

Dulu sebelum menikah, pernah punya keinginan untuk memiliki 7 orang anak. Seru saja. Kemana-mana pasti rame. Rumah pun pasti lebih hidup dengan tingkah polah mereka. Maklum saat itu belum merasakan bagaimana riwehnya mengurus anak apalagi jika jarak kelahiran antar anak terlalu pendek. 

Apakah setelah menikah dan memiliki anak keinginan itu berubah? Ya, sesekali ketika merasa lelah. Namun ketika Si Tengah berusia 2 tahun keinginan untuk menambah anak kembali muncul. Entahlah, tersimpan kerinduan dengan masa kehamilan, melahirkan, menyusui, dan mengurus bayi mungil beraroma surga. Benar adanya melahirkan itu sakit tapi juga nagih. Ngga percaya? Buktikan! 

Memiliki Banyak Anak, Why Not?

Memiliki anak itu memang pilihan. Setiap orang punya pertimbangan mengapa ingin punya anak atau tidak punya anak.  Secara naluriah sebenarnya setiap orang senang dengan kehadiran anak. Lucu, menggemaskan, dan jadi teman jalan-jalan atau bercerita yang asyik. Mencium bayi di pagi hari sambil menghirup aroma mulutnya itu suatu kebahagiaan yang luar biasa. Namun, punya anak juga membawa konsekuensi. Pengasuhan, pendidikan, dan tentu saja ada biaya hidup yang bertambah. 

www.dailyapreal.com

Beberapa waktu lalu gencar di media beberapa pasangan memilih jalan untuk bebas dari anak, childfree. Bahkan mereka membuat komunitas dan cukup aktif mengampanyekan jalan hidup childfree ini. Tentu saja ini tidak mudah, karena secara umum dunia tetap didominasi pandangan bila punya anak itu tujuan pernikahan. 

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah bersabda rasulullah Saw, ”Sesungguhnya ada seseorang yang diangkat (ditinggikan) derajatnya di jannah (syurga)”. Lalu ia bertanya (terheran-heran), ”Bagaimana aku bisa mendapat ini (yakni derajat yang tinggi di surga)?”. Dikatakan kepadanya, ”(Ini) disebabkan istighfar (permohonan ampun) dari anakmu (kepada Allah) untukmu”.

Ketika ada pasangan yang memilih untuk memperbanyak jumlah anak maka banggalah terhadap anugerah tersebut. Sesungguhnya anak merupakan aset yang sangat berhargaInilah 10 alasan mengapa kita harus bangga, ‘yuk simak! 

  • Mendapat karunia yang besar yang lebih tinggi nilainya dari harta. 
  • Menjadi buah hati yang menyejukkan pandangan 
  • Sarana untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT
  • Di dunia mereka akan saling menolong dalam kebaikan 
  • Mereka akan membantu meringankan beban orang tuanya 
  • Doa mereka akan menjadi amal yang bermanfaat ketika orang tuanya sudah tidak bisa lagi beramal (telah meninggal dunia) 

”Sesungguhnya Rasulullah Saw telah bersabda, apabila manusia telah mati, maka terputuslah dari semua amalnya kecuali tiga perkara. Shadaqah jariayah, ilmu yang diambil manfaatnya dan anak shalih yang mendoakannya”. (HR. Muslim)

  • Jika ditakdirkan anaknya meninggal ketika masih kecil/belum baligh InsyaAllah akan menjadi syafaat (penghalang masuknya seseorang ke dalam neraka) bagi orang tuanya di akhirat kelak.
  • Anak akan menjadi hijab (pembatas) dirinya dengan api neraka, manakala orang tuanya mampu menjadikan anak-anaknya shalih dan shalihah.
  • Dengan banyaknya anak, akan menjadi salah satu sebab kemenangan kaum muslimin ketika jihad fisabilillah dikumandangkan karena jumlahnya yang sangat banyak
  • Rasulullah Saw bangga akan jumlah umatnya yang banyak.

Dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, ‘Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat.” (HR .Ibnu Hibban 9/338, Irwa’ no 1784)

#odop #day33

Komentar

  1. Casinos Near Harrah's Casino, Murphy - Mapyro
    Find Casinos Near 대전광역 출장샵 Harrah's 대구광역 출장안마 Casino, Murphy, except Murphy, which 영천 출장샵 is near Murphy, ME. The map shows that 순천 출장마사지 Harrah's 충주 출장샵 Casino is near Murphy

    BalasHapus
  2. Only 26 states have authorized casino operations, so in terms of|in relation to} sports activities betting legalization one might suppose the craze end result of|as a result of} of} taper off. However, sports activities betting 온라인 카지노 has blurred the lines between lottery and casino playing. Many states that don’t have casino-style playing, together with Montana, New Hampshire, Oregon, and Tennessee, have legalized sports activities betting and provide it as a lottery product. Of the 15 states which have launched sports activities betting legislation in 2021, minimal of|no less than} nine of them don't have authorized casino gaming. Wagering on horse races is probably the most prevalent type of sports activities betting, however football matches—including soccer, rugby, and Australian guidelines football—also are the main target|the primary focus} of appreciable playing.

    BalasHapus

Posting Komentar